Your alt title

Cinta Sejati itu Tak Bersyarat

Kita sering datang ke chat-chat room, ataupun dating sites dan melakukan "scanning" pada profil-profil yang ada disana, kalau-kalau di sana ada pribadi-pribadi yang kita anggap bisa "memuaskan" kebutuhan kita. Kadang kala dalam melakukan kegiatan tersebut, ada pribadi lain yang datang yang tidak benar-benar memenuhi kriteria kita seperti kurang cakep atau kurang cantik, atau pokoknya "not my type"lah, dan kadang-kadang kita cuma menyapa seadanya, atau bahkan tak mengindahkannya sama sekali, dan berharap pribadi tersebut segera pergi meninggalkan  kita karena kita sedang mencari pribadi lain yang lebih cocok dengan "selera" kita.


Itukah yang dinamakan "cinta"? Kalaupun dunia film-film dan lagu-lagu menyebut hal itu sebagai "cinta", cinta semacam itu lebih tepat disebut sebagai "self-serving love" atau lust alias nafsu. Sayang sekali memang bahwa film-film dan lagu-lagu sangat memuja jenis cinta seperti ini, cinta yang pusatnya adalah "me" (aku), dan kalau "aku"nya oleh karena satu dan lain hal tak lagi terpuaskan oleh atau merasakan cinta yang "kamu" tawarkan, maka seperti kelanjutan dari lagu "cinta...seperti kupu-kupu..." tadi..."Bunga mawar, bunga melati telah  ia hinggapi, kini ia terbang mencari ganti...", alias "aku"nya memiliki hak untuk membuang "kamu" dan mencari yang lain. 

Mungkin itulah salah satu penyebab di dunia materialistik ini, anak-anak muda zaman sekarang berlomba-lomba mencari "pengakuan", sebab tanpa "something to offer" seperti ketenaran, kekuasaan atau materi, mereka merasa dunia takkan memberi mereka satu hal yang sangat mereka dambakan dalam hidup ini, yaitu "cinta".

Disisi lain, orang begitu "desperate" mencari apa yang mereka hanya sanggup menyebutnya sebagai "cinta sejati". Apakah cinta sejati itu? Apakah yang dimaksud ialah "unconditional love" atau cinta tanpa syarat, seperti cinta seekor anjing kepada tuannya, tak peduli apakah tuannya itu sehat atau sakit, kaya atau miskin, dan bahkan tak peduli apakah tuannya itu memperlakukannya dengan baik atau malah menyiksanya, sampai -sampai ia rela menunggui kuburan tuannya sampai akhir hidupnya?

Cinta yang sejati adalah "sacrificial love", atau jenis cinta yang menyatakan, "Aku mencintaimu, sehingga aku memberikan seluruh hidupku untukmu."

Cinta yang sacrificial takkan pernah berubah menjadi kebencian apalagi dendam kesumat, bahkan apabila cintanya itu ditolak, dibalas dengan kebencian, atau dikhianati. Sebaliknya, cinta nafsu adalah jenis cinta yang sering berakhir dengan patah hati dan kebencian. Cinta yang sejati tak pernah melihat "what the other person has to offer". Hmm...marilah kita renungkan sejenak "cinta kita.

Posted on
19 Juni 2012
Subscribe
Follow responses trough RSS 2.0 feed.

One Comment to “Cinta Sejati itu Tak Bersyarat”